Mario teguh — pesan orang bijak

Dahulukan kasih sayang, lihatlah mereka menjadi pribadi2 yang membanggakan, yang melanjutkan keberadaan kita dikehidupan dimasa depan.

Anak itu akibat bukan sebab, karena anda mengizinkan yang tidak baik untuk dilakukannya, maka dia terbiasa untuk tidak baik. Sehingga kalau anda marah karena anak melakukan yang tidaa baik, anda harus cek apa yang telah anda izinkan selama ini.

Anda melarang hal2 yang menjadikannya pandai, yang menjadikannya kreatif, jadi kalau mereka menjadi tidak agresif dan cenderung pendiam, harus cek apa yang telah anda larang padanya.

Jadi kalau kita mau teliti apa yang menjadi penyebab kemarahan kita kepada anak2, sebetulnya kitalah yang menjadi penyebab kemarahan bagi diri kita sendiri.

Bayi itu pada dasarnya tidak tahu apa2, yang menjadikannya dia tahu dan tidak tahu itu adalah kita.

Bayi itu cermin dari diri prilaku kita, yang kita izinkan menjadi dia kuat, yang kita larangkan menjadi dia lemah.

Ada suatu pepatah mengatakan bahwa generasi pertama membangun, generasi kedua membesarkan, generasi ketiga menghancurkan. Ini ada betulnya, tetapi kita tidak bisa meng-intervensi apa yang akan terjadi.

Generasi pertama bisa memulai dan menghebatkan bisnisnya karena dia mempunyai sikap generasi pertama. Ini dalah sikap orang yang masih miskin, masih membutuhkan, masih sabar untuk menunggu.

Generasi kedua adalah anak orang kaya, yang tidak lagi disuruh menunggu, tidak sabar lagi dengan pendapatan kecil.

Generasi ketiga dalah cucu orang kaya, yang terbiasa hidup enak dan hidup dimanja sehingga dia tidak bisa hidup mandiri.

Kalau kita tahu bahwa turunnya kualitas kita, dalam memimpin kehidupan itu karena pemajaan, maka dia akan menjaga keturunannya dalam generasi keempat, lima, enam dan seterusnya memilki sikap generasi pertama, yang santun penuh hormat, tidak menyepelekan uang.

Hati2lah kalau anak sudah tidak mau diantar gara2 mobilnya tidak bagus, untuk itu bangunlah generasi pertama walaupun anda berada dalam generasi keempatbelas.

Hidup ini tidak boleh hanya bergantung dari kasih sayang, tidak harus hanya karena kita disukai.

Tetapi harus karena kita mendatangkan keuntungan. Disukai atau tidak, disanyangi atau tidak, kalau kita bisa mendatangkan keuntungan, mudah2an kita akan ditempatkan pada tempat yang mulia.

Jadilah pribadi yang membuktikan bahwa mereka yang tidak berpengetahuan mengenai masa depan itu salah. Sekali dua kali dugaan mengenai masa depan itu tepat, tidak boleh mengggantikan pengetahuan.

Yang tahu masa depan itu hanya Tuhan, sebagain orang memang diberikan kemampuan untuk menduga, tapi tahu itu milik Tuhan.

Dan setiap kali satu orang membuat keputusan masa depan ini berubah, karena ada pemain baru yang bersungguh2 dipasar.

Kalau anda memutuskan masa depan orang lain, bukan hanya anda saja yang berubah, maka putuskanlah yang mempengaruhi kebaikan masa depan orang lain juga.

Kalau anda ingin memiliki anak yang membangggakan, anda harus membayar biaya yang sepadan. Biayanyaadalah bangga kepada anak kita.

Banggalah kepada anak kita, melihat mereka bukan seperti anak kecil lagi, tetapi perlakukan mereka, bahwa mereka akan menjadi pribadi yang lebih baik dari orang tuannya.

Apapun kualitas yang ingin anda lihat di anak anda, harus mejadi kualitas anda dihadapan anak anda.

Kadang kita melihat kehidupan ini tidak adil, tetapi itu semua diberikan supaya kita menjadi wadah yang besar bagi kemuliaan. Kemuliaan itu tidak harus terjadi dimusim kita, tetapi bisa terjadi dimusim anak2 kita.

Anak2 yang dibesarkan kehilangan orang tuanya, akan menghadiahkan dengan menjadi orang tua terbaik bagi anak2nya.

Anak2 yang menyusahkan orangtuanya, nanti dia akan menggunakan cara pendidikan yang sama kepada dirinya, ditularkan kepada anaknya, sehingga dia disusahkan oleh anaknya.

Orang yang memuliakan akan dimuliakan, orang yang menyusahkan akan disusahkan, kecuali kalau kita menjadi pemuuts rantai keburukan.

Kita bukan robot yang dicetak merah jadi merah. Apapun yang terjadi dimasa lalu, yang membakatkan diri kita menjadi tidak baik, berhentilah disini.

Camkan ini ” Saya yang memutuskan tidak lagi mewarisi pendidikan yang salah dari orang lain ataupun dari siapapun, saya yang akan menerapkan pendidikan bunga kepada anak saya, sehingga dia tidak memetik bunga karena itu harus indah baginya saja, tetapi tetapi indah bagi banyak orang.”

Keindahan dan kecantikan dalam hidup ini tidak diwariskan tetapi didik-kan, termasuk oleh orang2 yang tidak mendapat keindahan dalam hidupnya.

Terkadang kita sangat sibuk, sehingga pendidikan anak2 kita sering kita titipkan kepada orang lain, guru privatnya, pembantunya, atau ke televisi yang dibiarka menyala terus, sehingga urusan anak tidak lagi merepotkan.

Perlu dimaklumi bahwa seorang anak tidaklah dibesarkan oleh orang tua yang sama, meskipun secara fisik orang tuanya sama.

Ada istilah anak masa susah dan anak masa mapan.

Anak2 yang dibesarkan oleh orang tua waktu masa sulit dan miskin rata2 lebih mandiri, daripada anak2 yang dibesarkan oleh orang tua yang lebih kaya.

Berarti orang tua sangat berperan sekali pada kualitas anak2nya, karena anak2 ini hanyalah akibat.

Orang tua yang takut kalau anaknya menangis karena dilarang, harus siap2 menangis oleh sikap buruk anak2nya seumur hidup.

Jadi bukan membiarkan mereka tumbuh karena maunya, tapi buatlah figur pahlawan yang sangat mempengaruhi hidupnya.

Jadilah pribadi yang bisa menjadi pahlawan bagi anak2, dan cara terbaik menjadi pahlawan bagi anak kecil adalah berlutut dan beritahu dia kita menyayanginya.

Keluarga kita harus sangat Demoktratis tapi juga harus Otoriter.
Selama mereka berpegang pada Tiga Prinsip : Setia pada yang benar (jujur), Santun dan Bersungguh-sungguh, maka demokratislah sebagai orang tua.

Tetapi kalau ada pelanggaran mengenai ketidak jujuran di rumah, ketidak santunan, atau ketidak sungguhan, maka anda harus bertindak otoriter.

Kalau menangis biarkanlah menangis sekarang, daripada dia menangis nanti sebagai pencari kerja yang tidak pernah diberikan pekerjaan.

Ketegasan seperti ini sangat dibutuhkan oleh orang tua.

Jangan sepelekan pendidikan konvensional karena nilainya sangat berarti dan berpengaruh. Jangan sepelekan sesuatu karena tua, tetapi ambilah nilainya.

Tanamkanlah stidaknya tiga prinsip ini, setia pada yang benar, santunlah, lalu bersungguh-sungguhlah. Karena dalam upaya itu campur tangan Tuhan itu sangat mudah. Diluar itu anda harus paksakan, karena kalau anda yankin itu baik, paksakanlah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s